SUGENG RAWUH WONTEN ING PAPAN REMBUGANNE PEREMPUAN GUNUNGKIDUL

Minggu, 24 Oktober 2010

Produksi Ceriping: Awal Baru Pengembangan Industri Kreatif



Oleh: Dian Mardiana

........

Mudah dikelola

Pengelolaan ceriping memang tidak memerlukan banyak biaya. Apalagi, pengelolaannya langsung oleh para petani di desa itu. Maryanti misalnya, dia petani juga pengusaha. Usahanya bisa terbilang sukses. “saya sudah benyak mendistribusikan ceriping ini ke banyak warung-warung, pasar, toko-toko dan agen di Yogyakarta” ujarnya berbangga diri. Ditemani oleh tiga orang pegawai, dia yakin dengan usaha ceriping dirinya akan terus maju dan sukses.

Dengan penuh percaya diri, single parent ini menerangkan bahwa potensi ceriping di Desa Semoyo memang baik. Pasalnya, pertanian desa semoyo banyak menghasilkan umbi-umbian yang bisa dikelola dengan bermacam cara. Ceriping salah satunya. Tengok saja data hasil tani di Kabupaten Gunung Kidul. Ubi kayu muncul menempati prosentase tinggi. Catatan terakhir melaporkan bahwa produksi ubi kayu tahun 2008 menempati angka 791.630 ton untuk luas lahan 79.264 ha.

"Kisah diatas merupakan penggalan cerita tentang Maryanti dan teman-teman di Desa Semoyo, salah satu anggota JKPGK dalam mengolah pangan lokal. Cerita ini ditulis oleh Dian Mardiana (FPPM Bandung). Untuk membaca lebih lanjut *klik penggalan cerita yang bergaris bawah.

SHARE IT:

Twitter Facebook Delicious Google Delicious Stumbleupon Delicious Technorati Reddit GoogleBuzz Buzz Myspace Yahoo Favorites More

Berlangganan Tulisan JARINGAN PEREMPUAN GUNUNG KIDUDL

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

KOMPAS.com - Perempuan

Saling Sapa