
Oleh: Dian Mardiana
........
Mudah dikelola
Pengelolaan ceriping memang tidak memerlukan banyak biaya. Apalagi, pengelolaannya langsung oleh para petani di desa itu. Maryanti misalnya, dia petani juga pengusaha. Usahanya bisa terbilang sukses. “saya sudah benyak mendistribusikan ceriping ini ke banyak warung-warung, pasar, toko-toko dan agen di Yogyakarta” ujarnya berbangga diri. Ditemani oleh tiga orang pegawai, dia yakin dengan usaha ceriping dirinya akan terus maju dan sukses.
Dengan penuh percaya diri, single parent ini menerangkan bahwa potensi ceriping di Desa Semoyo memang baik. Pasalnya, pertanian desa semoyo banyak menghasilkan umbi-umbian yang bisa dikelola dengan bermacam cara. Ceriping salah satunya. Tengok saja data hasil tani di Kabupaten Gunung Kidul. Ubi kayu muncul menempati prosentase tinggi. Catatan terakhir melaporkan bahwa produksi ubi kayu tahun 2008 menempati angka 791.630 ton untuk luas lahan 79.264 ha.
"Kisah diatas merupakan penggalan cerita tentang Maryanti dan teman-teman di Desa Semoyo, salah satu anggota JKPGK dalam mengolah pangan lokal. Cerita ini ditulis oleh Dian Mardiana (FPPM Bandung). Untuk membaca lebih lanjut *klik penggalan cerita yang bergaris bawah.














